Tuesday, April 24, 2012

satuan acara penyuluhan gizi pada ibu hamil


ACARA PENYULUHAN (SAP)
GIZI PADA IBU HAMIL

            Pengetahuan yang kurang tentang pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan akan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan  ibu hamil dan janinnya, sehingga diperlukan penyuluhan bagi ibu hamil dan calon ibu agar dapat mengetahui, betapa pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan.

Bidang Studi   : Kebidanan Komunitas
Topik               : Gizi pada ibu hamil
Sub Topik        : Pentingnya Gizi selama masa kehamilan
Sasaran            : Ibu “R”
Hari/Tanggal   : Sabtu, 28 April 2012
Jam                  : 11.00-11.40 WIB
Waktu             : 40 menit
Tempat            :  di Posyandu “Nanas” Donokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta.

Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Gizi ibu hamil di Posyandu “NANAS” selama 40 menit, diharapkan ibu-ibu hamil dan calon ibu hamil dapat mengetahui pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan serta mampu memenuhi kebutuhan zat gizi ibu hamil.

Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Gizi pada Ibu Hamil di Posyandu “NANAS” selama 40 menit, diharapkan ibu-ibu hamil dan calon ibu dapat mengetahui dan menyebutkan tentang:
1. Pengertian makanan bergizi
2. Mengapa makanan bergizi diperlukan wanita hamil
3. Apa yang terjadi bila kekurangan gizi
4. Bagaimana makanan ibu hamil dan menyusuii
5. Kebutuhan makan dalam sehari untuk ibu hamil
6. Bagaimana menu sehari-hari
7. Pandangan Islam mengenai pemenuhan gizi selama massa kehamilan

Terlampir

No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1.
5 menit
Pembukaan :
  1. Memberi salam
  2. Menjelaskan tujuan penyuluhan
  3. Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan
  4. Apersepsi

Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan serta memberi memberikan respon
2.
20 menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.
Materi :
1. Pengertian makanan bergizi
2. Mengapa makanan bergizi diperlukan wanita hamil
3. Apa yang terjadi bila kekurangan gizi
4. Bagaimana makanan ibu hamil dan menyusuii
5. Kebutuhan makan dalam sehari untuk ibu hamil
6. Bagaimana menu sehari-hari
7. Pandangan Islam mengenai pemenuhan gizi selama massa kehamilan

Menyimak dan memperhatikan
3.
10 menit
Evaluasi :

Menyimak dan mendengarkan
4.
5 menit
Penutup :

Menjawab salam


Yogyakarta, 28 April 2012
Sasaran                                                         Pemberi Materi Penyuluhan

  (Ibu “R”)                                                                    (Lia Putri K.W)

                                       Mengetahui,
                                   Pembimbing PKL

                               (Sri Ratnaningsih, S.ST)



Metode Evaluasi         : Diskusi dan Tanya jawab
Jenis Pertanyaan          : Lisan
Jumlah Soal                 : 3 soal

A. Pengertian
Seorang wanita dewasa yang tidak hamil, keperluan gizinya dipergunakan untuk kegiatan rutin dalam proses metabolism tubuh, aktivitas fisik, serta menjaga keseimbangan segala proses dalam tubuh. Sedangkan pada wanita dewasa yang sedang hamil maka di samping untuk proses yang rutin juga diperlukan energi dan gizi tambahan untuk pembentukan jaringan baru, yaitu janin, plasenta, uterus serta kelenjar mamae.
Ibu hamil dianjurkan makan secukupnya saja, bervariasi sehingga kebutuhan akan aneka macam zat gizi bisa terpenuhi. Kebutuhan yang meningkat ini untuk mendukung persiapan kelak bayi dilahirkan. Cara makan yang berlebihan harus dihindari, karena dapat merugikan sendiri. Bagaimanapun juga penambahan jumlah gizi harus disesuaikan dengan keperluannya. Kebutuhan lemak pada ibu hamil tidak perlu dikurangi, apalagi sayur-sayuran serta buah segar. Bila berat badan si ibu tetap saja atau mungkin menurun, mka dianjurkan mengkonsumsi semua jenis makanan. Sebagai pedoman dalam pengawasan akan kecukupan gizi ibu hamil adalah bagaimana kenaikan pertambahan berat badan si ibu. Sebagai standard kebiasaan kenaikan berat badan pada ibu hamil menurut Committee on Nutritional (1990) adalah sekitar 7 kg sampai 18 kg. Untuk ibu gemuk (BMI > 26-29 pertambahan berat badan sekitar 7kg -11,5 kg Untuk ibu normal (BMI 19,8-26) maka pertambahan 11,5 kg – 16 kg. Untuk ibu kurus (BMI < 19,8 pertambahan berkisar 12,5 kg – 18 kg. Dengan berpegangan pada nilai ini maka jika terjadi kelebihan berat badan maka dianjurkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat serta gula-gula. Pada ibu hamil yang kekurangan gizi maka perlu pemberian kalori tambahan agar tubuh segera mengalami kondisi yang ideal, meskipun berbagai literatur menyebutkan bahwa ibu hamil kurang gizi, bisa melahirkan anak tanpa ada kelainan apapun. Akan tetapi risiko kehamilan serta saat melahirkan tentunya lebih tinggi dibandingkan ibu hamil dengan kondisi gizi yang sempurna.
Pada ibu hamil terutama pada pertengahan usia kandungannya, sering mengalami pembengkakan pada kakinya. Hal ini bisa di atasi dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung ion Natrium dan Klorida (Garrow and James, 1993). Kebutuhan tambahan gizi pada ibu hamil harus benar-benar diperhitungkan, sehingga tidak mengakibatkan kelebihan yang bisa berakibat merugikan. Adapun makanan yang sangat dianjurkan pada masa kehamilan adalah susu, telur, sayur, buah, mentega, margarin, serta vitamin, utamanya vitamin A, D dan C.
Jaminan terbaik dari konsumsi kalori yang cukup selama hamil adalah peningkatan berat badan sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, peningkatan berat badan optimal tergantung pada tinggi badan ibu hamil, struktur tulang dan status gizi sebelum hamil. Pola peningkatan berat badan juga penting, pola ideal dari peningkatan berat badan selama hamil adalah adanya peningkatan 1 – 2 kg selama trimester pertama, diikuti dengan peningkatan rata 0,4 kg per minggu selama akhir dua semester. Selama trimester kedua umumnya peningkatan berat badan menandakan peningkatan volume darah, pembesaran payudara, uterus (rahim) dan berhubungan dengan jaringan dan cairan serta simpanan lemak ibu hamil (Committee on Nutritional, 1990).
Peningkatan berat badan yang tidak sesuai (< 1 kg per bulan) selama trimester dua dan tiga atau peningkatan berat badan yang berlebihan (> 3 kg per bulan) harus dievaluasi dan perlu mendapatkan konseling nutrisi. Kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat menyebabkan kelainan yang tidak diinginkan pada ibu hamil. Kekurangan makanan dapat menyebabkan anemia,
abortus, partus prematour, insersia uteri, hemorgia postpartum, sepsis puerperalis, dan sebagainya. Sedangkan makan secara berlebihan karena ibu hamil sering salah mengerti dengan arti makan untuk “dua orang” dapat menyebabkan bayi terlalu besar. Sebaiknya ibu hamil makan secukupnya sesuai dengan kebutuhan selama kehamilannya. Makanan tidak perlu mahal akan tetapi mengandung protein baik hewani maupun nabati. Seperti diketahui kebutuhan nutrisi selama kehamilan adalah meningkat. Adapun kebutuhan tersebut digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (ari-ari), pertambahan volume darah, pertumbuhan kelenjar susu sebagai persiapan untuk menyusui dan metabolisme tubuh yang meningkat.(Committee on Nutritional, 1995; Soetjiningsih, 1995)
Makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah makanan yang mengandung zat pertumbuhan atau pembangun yaitu protein, selama itu juga perlu tambahan vitamin dan mineral untuk membantu proses pertumbuhan itu. Sesuai dengan usia pertumbuhan kehamilan mulai dari trimester pertama hingga ketiga banyak keluhan ibu hamil yang mempengaruhi keinginan untuk makan. Pada kehamilan trimester pertama umur kehamilan 0-3 bulan umumnya timbul keluhan-keluhan seperti rasa mual, ingin muntah, pusing-pusing, selera makan berkurang sehingga timbul kelemahan dan malas beraktivitas. Pada saat ini belum diperlukan tambahan kalori, protein, mineral serta vitamin yang berarti karena janin belum tumbuh dengan pesat dan kebutuhan gizi dapat disamakan dengan keadaan sebelum hamil, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa ibu hamil harus tetap makan agar tidak terjadi gangguan pencernaan, bentuk makanan biasa, dan untuk menghindari rasa mual dan muntah posi makanan kecil akan tetapi frekuensi makan sering. Energi serta gizi pada saat seperti ini hanya diperlukan untuk memelihara kesehatan serta vitalisnya, disampng tentunya mensuplai kebutuhan janin yang sedang diproses.

B. Bahaya kekurangan Gizi saat massa kehamilan
a.         Pengaruh bagi BUMIL
b.         Pengaruhnya bagi ibu
c.         Pengaruhnya pada janin

C. Pola makan bumil per trimesternya
1. Kehamilan Triwulan I (minggu 1 – 13)
Pada kehamilan Triwulan I biasanya nafsu makan ibu kurang dan sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Namun makanan BUMIL tetap diberikan seperti biasa.
Berikan makanan dengan porsi kecil tetapi sering & yg segar-segar, misalnya telur, susu, buah-buahan (jeruk, jambu, apel,dll), sari buah, asinan, atau makanan ringan lainnya seperti biskuit, crackers, dsb.

2. Kehamilan Triwulan II (minggu 13 – 27)
Pada kehamilan Triwulan II nafsu makan ibu biasanya sudah meningkat. Kebutuhan akan zat gizi sumber tenaga seperti: nasi roti, singkong, gula, minyak santan, dll, lebih banyak dibandingkan kebutuhan saat tidak hamil, juga kebutuhan zat pembangun dan zat pengatur, seperti: lauk pauk, sayuran dan buah-buahan berwarna.
Untuk memenuhi tambahan kebutuhan zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur, diperlukan tambahan konsumsi makanan sehari-hari, berupa:

Nasi     ½ porsi            sayuran            1 ½ mangkok
Ikan     ½ potong         susu     1 gelas
Tempe 1 potong          Air       2 gelas

3. Kehamilan Akhir Triwulan III (minggu 27 – lahir)
Pada saat ini janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Nafsu makan ibu sangat baik, dan ibu sering merasa lapar. Jangan makan berlebihan agar berat badan tidak terlalu banyak. Bahan makanan sumber lemak dan hidrat arang, seperti makanan yang manis-manis dan gorengan dikurangi. Bahan makanan sumber zat pembangun dan pengatur perlu diberikan lebih banyak dibandingkan dengan kehamilan pada Triwulan II. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan janin yang sangat pesat serta persiapan persalinan. Pada masa ini lambung menjadi sedikit terdesak, dan ibu merasa kepenuhan. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, agar zat gizi yang diperlukan ibu dapat terpenuhi.

D. zat-zat gizi terpenuhi dapat diperhatikan hal-hal seperti berikut:
1. Makanan hendaknya dipilih yang mudah dicerna. Buah-buahan segar dan sayuran hijau biasanya dapat mengurangi rasa mual
2. Posi makanan sedikit, tetapi dengan frekuensi sering. Bila kurang seleramakan nasi, dapat diganti dengankentang, macaroni, mie atau jajanan lainyang bergizi. Pada trimester kedua mulai dibutuhkan tambahan kalori untuk pertumbuhan serta perkembangan janin serta untuk mempertahankan kesehatan si ibu. Pada saatini muntah sudah berkurang atau tidak ada, nafsu makan bertambah, perkembangan janin sangat pesat bukan saja tubuhnya tetapi juga susunan saraf otak (kurang lebih 90%).
Olehkarena pertumbuhan janin yang pesat di mana jaringan otak menjadi perhatian utama maka ibu hamil memerlukan protein dan zat gizi lain seperti galaktosa yang ada pada susu sehingga dianjurkan untuk minum susu 400cc.
Yang perlu diperhatikan pada trimester kedua ini adalah:
1. Hendaknya lebih banyak memakan bahan makanan sumber protein (zat pembangun), agar janin mengalami pertumbuhan yang baik. Bahan makanan sumber protein adalah ikan, daging, telur, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu, dan lainlain.
2. Selain zat pembangun, zat-zat pengatur juga diperlukan. Vitamin dan mineral merupakan zat pengatur yang banyak terdapat pada buah dan sayuran.
3 Perlu diperhatikan, bila ibu mengalami bengkak-bengkak pada kaki, hendaknya konsumsi garam dan makanan perlu dikurangi. Bahan makanan yang banyak mengandung garam antara lain Instansi Noodle, Margarine, mentega, kecap, dan lain-lain. Untuk itu bahan makanan tersebut hendaknya dibatasinya. Trimester ketiga, pada saat ini nafsu makan sudah baik sekali cenderung untuk merasa lapar terus menerus sehingga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegemukan. Pada masa ini diperlukan makanan dengan nilai biologis yang tinggi serta memadai untuk mencukupi segala yang dibutuhkan. Secara garis besar makanan pada trimester ketiga sama dengan makanan pada trimester  kedua, tetapi hendaknya jangan terlalu banyak, agar ibu terhindar dari kegemukan.



E. Keperluan zat gizi tambahan
Keperluan zat gizi tambahan yang diperlukan pada kehamilan menurut risalah Widya Karya Pangan dan Gizi VI (1998) adalah:
Kalori 2200 + 285 kal
Protein 48 + 12 gr
Ca 500 + 400 mg
Fe 26 + 20 mg
Vit A 500 + 200 RE
Thiamin 1 + 0,2 mg
Riboflavin 1,2 + 0,2 mg
Niacin 9 + 1 mg
Vit C 60 + 10 mgr
Vit D - 5 + 10 μg

F. Pesan-Pesan Penting BUMIL:
1.         Bumil harus makan 1 piring nasi + lauk pauknya dan minum lebih banyak dari pada saat tdk hamil, karena selama hamil ibu makan untuk dirinya sendiri dan janin dalam kandungannya.
2.         Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti buah-buahan, sari buah, sayur bening, dan sayur segar lainnya.
3.         Makanlah makanan beraneka ragam setiap hari selama hamil dalam jumlah yang cukup.
4.         Untuk mencegah kurang darah selama hamil, ibu harus banyak makan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, dan kacang-kacangan lain, telur, ikan dan daging. Jangan lupa minum tablet besi 1 butir sehari.
5.         Untuk mencegah gigi rontok dan tulang pinggul rapuh, ibu harus banyak makan makanan sumber zat kapur seperti: kacang-kacangan, ikan teri/ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau seperti: bayam, daun katuk, daun singkong dan susu.
6.         Selama hamil makanlah makanan beraneka ragam setiap hari dalam jumlah yang cukup.
7.         Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan yaitu: pucat, pusing, lemah, dan penglihatan berkunang-kunang.
8.         Perhatikannlah kenaikan BB ibu selama hamil.
9.         Jangan lupa memeriksakan diri ke bidan atau PUSKESMAS secara teratur, agar ibu dan kandunganya tetap sehat & dapatkan immunisasi TT 2 kali selama kehamilan.
10.       Selama hamil, sebaiknya ibu tdk melakukan kegiatan yang berat.
11.       Untuk persiapan menyusui:
            Ibu perlu diberikan penyuluhan tentang manfaat ASI dan menyusui, ASI ekslusif (0-4 bln usia bayi), cara/tehnik menyusui yang baik dan benar, bahaya susu botol.
            Periksakan putting susu untuk mengetahui apakah ada kelainan (putting datar atau terbenam).
            Kalau putting ada kelainan, mulai diperbaiki setelah kehamilan 7 bulan ke atas, yaitu setiap habis mandi puting ditarik-tarik keluar, namun jangan dilakukan berlebihan.






Depkes RI, 2000. Diet Rendah Garam, Pozi Pusat Depke RI, Jakarta.
Djarwoto B. Pengobatan Hipertensi, Bag IPD FK UGM, Jogyakarta
Soeparman dkk, 1987, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I edisi 2. UI Press, Jakarta




No comments:

Post a Comment